Showing posts with label Kayu sengon. Show all posts
Showing posts with label Kayu sengon. Show all posts

Saturday, April 20, 2013

budidaya sengon merupakan sebuah investasi yang menjanjikan


Apa itu kayu sengon? Kayu sengon merupakan salah satu jenis kayu khas dari daerah tropis. Di Indonesia, kayu ini sangatlah familier dan banyak terdapat di Pulau Jawa. Sebab, di pulau ini pohon sengon banyak ditanam atau dibudidayakan oleh masyarakat baik secara individu maupun secara kelompok. Bahkan di kawasan ini, pengelolaannya dilakukan secara serius. Anda tahu mengapa? Sebab, mereka menyadari jika kayu sengon merupakan salah satu jenis kayu tropis yang memiliki nilai komersial yang sangat baik dalam pasar komoditas. Sehingga membudidayakan tanaman sengon bisa dikatakan sebagai sebuah investasi yang menjanjikan untuk hari kedepan.

Apa iya budidaya sengon merupakan sebuah investasi yang menjanjikan?

Budidaya tanaman sengon dinilai oleh banyak orang sebagai sebuah investasi yang menjanjikan adalah wajar dan benar. Sebab ada beberapa alasan yang bisa dibuat pertimbangan untuk membudidayakannya, antara lain seperti:

  1. Masa panen tergolong cepat: pohon sengon memiliki masa pertumbuhan yang tergolong cepat jika dibandingkan dengan jenis pohon tropis lainnya semisal mahoni ataupun jati. Pohon sengon sudah bisa dipanen atau ditebang pada saat usia pohon sudah 5 tahun, meskipun pada usia pohon 5 tahun diameter kayu yang dihasilkan masih kecil tetapi kayu tersebut sudah laku dipasaran.
  2. Banyaknya permintaan: kayu sengon merupakan jenis hasil hutan yang memiliki daya serap yang tinggi. Dengan kata lain, kebutuhan pasar komoditas terhadap kayu sengon sangat tinggi. Hal yang dapat dijadikan indikator tingginya permintaan terhadap kayu sengon adalah banyaknya perusahaan-perusahaan pengolahan kayu (pabrik kayu lapis atau triplek) yang berdiri di Indonesia. Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan kayu sengon sebagai bahan baku dalam proses produksinya. Kondisi seperti ini jelas merupakan sebuah kesempatan yang sangat bagus.
  3. Mudah untuk dijual: Dengan tingginya permintaan, berarti penjualan kayu sengon dapat dipastikan tidak akan sulit alias mudah. Sebab tiap-tiap pabrik pengolahan kayu yang berdiri pasti membutuhkan kayu sengon. Sedangkan untuk masalah harga jualnya, pada umumnya harga jual kayu sengon bervariasi, dinilai berdasarkan besar-kecilnya diameter batang dan harganya ditentukan per meter kubik.

Seperti apakah kayu sengon itu? Agar lebih jelas tentang kayu sengon, berikut adalah beberapa ciri-ciri kayu sengon:


  1. Kayu sengon adalah jenis kayu yang lunak. Dalam artian kayu ini jika dipegang terasa empuk hampir mirip dengan kayu randu atau kayu kapuk.
  2. Warna: teras kayu atau bagian tengah kayu berwarna agak putih dan ada juga sebagian dari kayu sengon yang teras kayunya berwarna coklat muda pucat. Dan bagian gubal atau tepi kayu juga memiliki warna yang sama dengan warna bagian tengah yaitu berwarna putih. Jadi batas antara gubal dan teras kayu sulit dibedakan alias tidak terlihat jelas tidak seperti jenis kayu tropis lainnya, contuhnya kayu jati, yangmana batas antara gubal dan teras kayunya terlihat jelas.
  3. Tekstur: kebanyakan kayu sengon bertektur kasar
  4. Bau atau aroma: dalam kondid baru ditebang atau kondisi basah, kayu sengon memiliki bau mirip dengan kayu petai. Tetapi bau tersebut akan hilang dengan sendirinya ketika kayu dalam kondisi kering.
  5. Permukaan kayu: kayu sengon memiliki permukaan sedikit agak licin dan mengkilap. 

Berapa lahan yang dibutuhkan untuk budidaya sengon


Budidaya sengon tentunya membutuhkan tanah kebun yang cukup luas, kalau hanya beberapa meter tentunya hasilnya tidak akan signifikan.

Berapa lahan yang dibutuhkan untuk budidaya sengon?

Jawabannya bisa bermacam-macam, itu tergantung perhitungan kita masing-masing, tetapi di sini saya akan berikan gambaran umumnya agar para pembaca sekalian ada sedikit gambaran.
Jarak tanam, anda bisa menanam sengon dengan jarak tanam 3 x 3 M
Jika lahan anda 1 Ha berarti anda bisa menanam + 1.100 pohon
Dua gambaran di atas tentunya sudah dapat dijadikan acuan untuk menjawab berapa lahan yang dibutuhkan untuk budidaya sengon. 

Dua poin di atas itu pun masih banyak perbedaan pendapat, artinya tidak semua orang mengacu jarak 3x3M untuk tanam pohon, tetapi di atas adalah mayoritas pendapat. Ada juga yang berpendapat 2x3M, kemudian nanti setelah umur sengon dewasa dilakukan pengurangan pohon agar jaraknya lega, dan pohon yang ditebang itu pun bisa dijual walau harganya masih murah.

Oke, jadi memang banyak literatur online mengenai konsep jarak tanam itu, silakan anda cari aja di Google nanti akan banyak gambarannya.

Kalau begitu, budidaya sengon membutuhkan tanah yang cukup luas dong?
Boleh dikatakan begitu, karena menanam kayu harus di tanah, tidak seperti menanam sayur yang bisa dilakukan di atas air misalnya.
Menanam kayu tentunya bukan iseng, harus dihitung jangka panjang karena ini termasuk investasi, beberapa sumber mengatakan bahwa dengan 1 Ha, jarak tanam 3x3, kemungkinan panen menghasilkan antara Rp.200.000.000 sampai Rp.400.000.000 per hektar.
Jadi kalau lahan cuma 1/8 ha tentunya kurang signifikan hasilnya.

Solusinya "Beli Lahan Kebun Murah"
Itulah kesimpulannya, kalau beli lahan yang mahal BEP-nya akan jadi lama dong.

Beli Lahan di Kalimatan atau Sumatra?
Stop..! Jangan lakukan itu jika anda pemula dalam investasi ini, bisnis kayu di Kalimatan dan Sumatra hanya bisa dilakukan jika anda perusahaan raksasa, di sana over head cost nya terlalu tinggi, saya tidak akan bicara panjang lebar mengenai hal ini, itu saja kesimpulan mengenai investasi kayu di Kalimantan dan Sumatra.

Ada yang jual Lahan Kebun Murah di Pulau Jawa?
Banyak, asalkan kita memiliki kenalan di daerah, itu jawabannya.
Langsung saja saya promosi di sini ya,

Kebutuhan industri kayu sengon


Sengon sudah dikenal di masyarakat sejak jaman dulu, sebut saja di kampung saya di kabupaten Kendal. Kakek saya bahkan orangtua dari kakek saya jaman dahulu pun sudah mengenal 2 macam pohon sengon yaitu yang disebut sengon jawa dan sengon laut.

Dalam journal online saya kali ini saya tidak akan bicara lebih jauh mengenai 2 macam sengon yang saya sebutkan di atas, untuk mengetahui spesifikasi dan detail mengenai 2 jenis sengon tersebut anda dapat mencari artikel-artikel dari penulis lain yang tersebar di internet mengenai jenis sengon.

Dalam artikel ini saya akan bicara mengenai prospek pohon sengon, "apakah sengon punya prospek menarik ke depannya?" kira-kira pertanyaan tersebut yang akan coba saya bahas dalam journal online ini.
Kebutuhan Kayu
Sebelum saya bicara mengenai kebutuhan kayu sengon saya akan coba bicara dahulu kebutuhan akan kayu di seluruh dunia ini.
Sudah pasti kebutuhan kayu di dunia ini sangat tinggi, diantaranya kebutuhan kayu di industri furniture, industri kertas, industri desain interior, industri konstruksi dan masih banyak lagi industri-industri yang menyerap kayu. Dari industri-industri yang saya sebutkan tadi saja kalau kita hitung secara serius pasti akan menghasilkan angka kebutuhan kayu yang sangat tinggi. Masing-masing industri tentunya kebutuhan jenis kayunya berbeda-beda.

Kebutuhan Kayu Sengon
Sebenarnya industri apa saja yang menyerap kayu sengon? di bawah ini adalah industri-industri yang menyerap kayu sengon;
kayu lapis

  1. industri mainan anak
  2. industri mebel
  3. industri korek api
  4. industri pulp
  5. industri alas sepatu
  6. industri mebel
  7. industri bahan bangunan
  8. industri desain interior
  9. industri seni arsitektur
  10. industri kertas
  11. industri konstruksi dan non konstruksi
  12. dan banyak lagi.
  13. Industri yang menyerap kayu sengon selain di atas masih ada yang lain. Anda dapat meraba dan menghitung sendiri tentunya.


Prospek Kayu Sengon
Setelah anda membaca tentang kebutuhan kayu secara umum dan kebutuhan kayu sengon tentunya anda sudah tahu prospek bisnis kayu sengon, jadi jika tulisan ini saya hentikan di sini sekalipun anda pastinya sudah mendapatkan kesimpulan yang sangat tepat.

Harga kayu sengon per batang


Harga kayu sengon per batang sering ditanyakan oleh teman-teman dan klien saya, tetapi selama ini saya tidak pernah mau menjawabnya karena patokan harga memang bukan pada "harga per batang" tetapi patokan harga kayu itu ada pada kubikasi, saya selalu mengatakan bahwa harga kayu ke parbik itu per meter kubik bukan per batang.

Tidak sabar membaca tulisan ini? oke "JAWABAN CEPAT"-nya + Rp.500.000 per batang. tetapi saya sarankan anda membaca tulisan saya secara keseluruhan.

Sebagian dari kita pasti ada yang menyanggah pernyataan saya di atas bahwa "harga kayu per kubik, bukan per batang", mungkin ada menyanggah saya dengan sebuah ungkapan "tetapi biasanya orang beli per batang kok".

BETUL, para pedagang kayu tentu akan membeli per batang tetapi mereka menjualnya per meter kubik, para pedagang ini dalam istilah jawa membeli dengan model "tebasan", tebasan, menebas atau penjelasan bahasa Indonesianya "pedagang membeli dengan sebuah tafsiran atau asumsi, para pembeli ini membuat perkiraan satu batang akan jadi berapa kubik, dari situ para pedagang membuat harga beli pada kayu kita". Para pedagang tebas ini biasanya menjual kepada supplier pabrik, kemudian supplier pabrik bawa ke pabrik.

Kalau kayu yang kita punya cuma 10 atau 20 pohon tentunya akan kita jual dengan pedagang tebasan ini, tetapi kalau kita punya ribuan pohon dengan investasi yang tidak sedikit tentunya akan lebih baik kita jual ke pabrik langsung atau setidaknya ke supllier pabrik sehingga mendapatkan harga yang lebih bagus.

Dalam tulisan kali ini saya akan memberikan jawaban mengenai "harga kayu sengon per batang"  dengan pendekatan yang sederhana.

Sebelum saya berikan gambaran harga kayu, mari kita ingat 3 hal ini baik-baik ..

  1. Harga kayu sengon per batang tentunya tergantung pada besarnya  kayu (diameter kayu)
  2. Besarnya batang kayu (diameter kayu) tentunya juga tergantung pada umur kayu
  3. Dan..... sayangnya... umur kayu juga masih tergantung pada perawatannya...... RAWAT POHON ANDA BAIK-BAIK, selanjutnya mari berhitung.

Hitungan Harga Kayu per Batang 

  1. Jika umur kayu anda + 6 tahun dan perawatan yang standar
  2. Maka kita bisa beraharap diameter kayu di atas 25 cm
  3. Jika diameter kayu anda 25 cm ke atas maka 1 pohon akan menghasilkan 0,3 s/d 0,6 m3.
  4. Jika harga kayu Rp.1.200.000 per m3 maka harga kayu per pohon antara Rp.360.000 s/d Rp.720.000, tentunya anda akan ambil tengah-tengahnya sebagai asumsi yaitu Rp.540.000.

Kembali, sebelum kita berharap harga kayu sengon kita, sebuah pertanyaan harus dilemparkan kepada kita dulu "apakah kita merawat pohon kita dengan baik?" karena beda perawatan beda hasil. Sebatang pohon dengan perawatan baik jauh berbeda dengan pohon yang diumbar, sehingga ungkapan di bawah ini menjadi semacam kritikan buat kita.

Jarak tanam sengon


Jarak tanam sengon itu sebenarnya terserah kita, entah mau 4x4 m, 3x3 m, 2x3 m. 2x2 m, atau bahkan 1x1 m. Kemudian jarak tanam pohon sengon yang ideal bagaimana?

Jawabannya adalah "tergantung output yang kita harapkan".

Jika output yang kita inginkan untuk kayu bakar, pulp, chip atau masuk ke industri dengan kriteria "kayu rijek" maka bisa menggunakan jarak tanam 2x2 m atau bahkan lebih dekat dari itu. Masa panen untuk model ini pun tidak perlu nunggu 5 atau 6 tahun, cukup 3 tahun saja. Diameter kayu di bawah 10 cm.
Jika output yang kita harapkan untuk "standar industri kayu lapis", "ubin kayu", "pallet", "sawn timber", maka silakan gunakan jarak tanam minimal 3x3 m. Masa panen pun minimal 5 atau 6 tahun. Diameter yang diharapkan model ini mulai diameter 19 cm sampai dengan 40 cm.
Jika kita mengharapkan output untuk "kayu bangunan yang kuat dan bagus" jarak tanam sejauh-jauhnya, minimal 4x4 m. Masa panen untuk model ini di atas 7 tahun.
Rata-rata orang menanam kayu tujuannya untuk dijual ke industri nomor 2 di atas, karena dengan mengejar pasar industri nomor 2 di atas kita tidak perlu pusing menjualnya, pasarnya lebih luas. Hampir semua pabrik di Indonesia membutuhkan kayu secara rutin, bahkan ada beberapa pabrik yang sering tidak dapat memenuhi kebutuhan bahan baku kayu.

Jarak Tanam 3x3 atau 4x4 m adalah Paling Bijak
dengan catatan:
jika anda mengejar pasar yang lebih umum / lebih luas
jika anda tidak mau repot dengan model panen 2 kali atau lebih (penjarangan).
Dengan model tanam 3x3 m dalam 1 ha akan tertanam 1.100 pohon.

Jarak Tanam 2x3 m Juga Populer
dengan catatan;
jika anda menghendaki pasar kayu bakar, chip dan pulp atau
jika anda mengejar 2 pasar, dengan panen 2 kali. Panen pertama masuk ke chip, pulp. Panen terakhir masuk ke standar industri kayu yang lebih luas. Model ini seringkali dikenal sebagai sistem penjarangan. Tentunya 2 pasar ini pun akan berhubungan dengan harga kayu sengon yang berbeda-beda di masing-masing pasarnya.

Tanaman sengon investasi masa depan yang tersisihkan

Seiring dengan meningkatnya permintaan kayu olahan albasia di pasar dunia dan semakin menipisnya jumlah bahan utamanya yakni pohon kayunya, maka kesempatan ini banyak dilirik oleh para pemtuk modal untuk menanam pohon sengon dengan skala besar.
Banyak orang mengatakan budidaya sengon atau albasia tidak ubahnya seperti berkebun emas. Keuntungan dari investasi tersebut sangat tinggi pada usia panen 5 th s/d 7 th yang akan datang. Tak heran banyak investor yang bergerak 
di luar bidang non agrobisnis saat ini mulai banyak menggarap ceruk bisnis yang satu ini.

Bagaimana tidak, untuk ukuran kayu dengan diameter 10cm harganya bisa mencapai sekitar 300 ribu per meter kubik. Diameter 20cm sudah mencapai 750 ribu per meter kubik. Dan untuk diameter 25cm sudah diharga 855 ribu per meter kubik.
Ukuran 10cm kayu sengon kira-kira sebesar botol aqua ukuran 1500ml lebih sedikit (botol aqua 8cm), sudah bisa dimanfaatkan untuk keperluan bahan baku mebel. Ini membuktikan bahwa menanam pohon sengon atau albasia sangatlah memiliki prospek yang cerah.
Kebanyakan bahan mebel tadi terutama untuk tujuan ekspor. Negara yang punya permintaannya dan tertinggi nilai jualnya untuk kayu sengon adalah Jepang, tetapi untuk pasar Jepang punya syarat dan kualitas yang ketat pula.


Permintaan ekspor kayu lapis berbahan baku sengon terus meningkat. Sengon, yang sebelumnya hanya dimanfaatkan untuk kemasan, kini sudah diterima pasar internasional sebagai bahan kayu lapis. Sayangnya, pasar Eropa, Amerika, dan Jepang masih sulit ditembus karena syarat sertifikasi legalitas kayu dan sertifikat ramah lingkungan.
Dulu sengon tidak banyak dilirik. Sengon hanya dipakai untuk papan cor atau kemasan mebel. Sekarang sengon menjadi bahan baku kayu lapis dan interior mobil yang banyak dilirik pengusaha. Dengan masa budidaya selama lima tahun, sengon menjadi pilihan bahan baku industri pengolahan, memang semakin giat mempromosikan kegiatan menanam pohon yang bernilai ekonomi tinggi seperti sengon dan jabon. Secara terpisah, Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan Kemhut Iman Santoso mengatakan, penyerapan kayu rakyat oleh industri kayu lapis berdampak positif bagi pasar kayu dan minat menanam masyarakat.
Disamping mendapatkan keuntungan dari sisi nilai jualnya, kita juga membantu pemerintah untuk mensukseskan program penghijauan untuk negeri Indonesia tercinta ini. 

Pengapuran tanah pada lahan tanam sengon

Lahan di Indonesia mempunyai spesifikasi yang beraneka ragam. Secara prinsip tanaman sengon sangat mudah hidup dan beradaptasi. Akan tetapi kondisi lahan juga sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan tanaman sengon itu sendiri, khususnya pada lahan dengan pH masam atau sangat rendah.

Agar pertumbuhan tanaman sengon atau albasia bisa tumbuh dengan optimal maka pH tanah harus dinetralkan terlebih dahulu.

Dan untuk mengetahui kualitas pH tanah bisa menggunakan alat pH meter yang banyak tersedia di toko-toko pertanian.

A. Pengertian Dasar
Tanah masam adalah tanah ber-pH rendah (pH dibawah 6), semakin rendah pH tanahnya maka semakin ekstrim kemasamannya.
B. Kendala Tanah Masam

  1. Unsur hara makro (terutama N,P,K,Ca,Mg) tidak tersedia dalam jumlah cukup, efektifitas dan efisiensi pemupukan makro (urea, TSP, KCl) juga rendah.
  2. Beberapa unsur (terutama Al dan Fe) tersedia berlebih sehingga sering meracun pada tanaman.
  3. Menghambat perkembangan mikroorganisme tanah.
C. Pengapuran untuk Meningkatkan pH Tanah
Perbaikan pH tanah bisa diakatakan menyelesaikan 50% masalah kesuburan tanah. Salah satu cara meningkatkan pH tanah dengan pengapuran menggunakan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  1. Idealnya paling lambat pengapuran dilakukan 2 minggu sebelum tanam, karena bahan kapur termasuk bahan yang lambat bereaksi dengan tanah.
  2. Setelah pengapuran sebaiknya tanah dicangkul (dibajak) agar kapur bisa merata masuk dekat zona perakaran.
  3. Pengairan setelah pengapuran sangat diperlukan.
  4. Peningkatan pH tidak bisa terjadi seketika, melainkan pelan dan bertahap.
  5. Dosis kapur disesuaikan pH tanahnya, tetapi sebagai pedoman praktis dosis berkisar 500 kg/Ha 2 ton/Ha.

Waspada tanaman sengon terserang penyakit

Tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) harus mewaspadai terhadap serangan penyakit karat puru yang disebabkan oleh jamur Uromycladium tepperianum yang kini mewabah,karena bisa mematikan tanaman secara besar-besaran,sehingga dapat merugikan.

Buktinya,sebanyak 309.760 batang pohon tanaman 
sengon milik petani di 10 kecamatan yang ada di Kab.Tasikmalaya terserang penyakit karat puru,yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.Hal itu diungkapkan Koordinator Penyuluh Kehutanan (KPK) Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab.Tasikmalaya Endang Supriatna,SP.

Selanjutnya dia mengatakan,tanaman sengon/albasiah yang terserang penyakit karat puru tersebut tersebar pada lahan seluas 710,40 hektar dari luas total hutan rakyat seluas 33.446,17 hektar. ”Akibat serangan penyakit karat puru tersebut,maka kerugian yang dialami para petani tanaman sengon di Kab.Tasikmalaya diperkirakan mencapai Rp.4.115.023.350.”jelasnya.
Kehadiran penyakit karat puru dapat menyerang tanaman sengon,mulai dari persemaian sampai pada tingkat lapangan (pucuk,ranting,cabang dan batang).Adapun gejala awal terlihat berupa benjolan yang berwarna cokelat muda sampai cokelat tua pada tulang daun ataupun pada pucuk bibit tanaman,yang lama-kelamaan akan membesar sampai mencapai ukuran diameter lebih dari 10 cm.Apabila karat puru telah menjadi tua,maka benjolan/tumor (Gall) akan berubah warna menjadi merah tua sampai hitam (Hardi,2005).

Serangan penyakit karat puru pada tanaman muda menyebabkan pertumbuhan tanaman sengon terganggu dan pada serangan yang lebih berat dapat batang atau cabang patah bila tertiup angina.Apabila hampir seluruh bagian tanaman telah dipenuhi dengan benjolan penyakit maka daun akan mengering,rontok dan akhirnya tanaman mati.

Adapun gejala awal serangan penyakit karat puru ini ditandai dengan adanya garis-garis putih memanjang di bagian pucuk (warna pucuk agak kehitaman dan bersifat kaku),kemudian berkembang membengkak hingga menyerupai tumor (gall) pada pucuk dengan warna putih pucat,kemudian berubah menjadi cokelat tua.Serangan pada tanaman di lapangan dapat dilihat pada pucuk,ranting,cabang dan batang.Gejala yang diperlihatkan ditandai dengan daun berwarna kuning,lama kelamaan gugur kemudian tanaman menjadi gundul dan mati.
Dalam upaya mengatasi munculnya serangan penyakit karat puru terhadap tanaman sengon yang dapat merugikan para petani,maka perlu dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin,dengan melakukan langkah-langkah berikut ini.

Imunisasi
Cara pencegahan secara immunisasi merupakan pencegahan yang sangat mendasar terhadap munculnya serangan penyakit tanaman.Immunisasi dilakukan sedini mungkin yang dimulai sejak penyimpanan benih,yaitu mencampur benih dengan fungisida.Perendaman benih dengan fungisida berbahan aktif tembaga sulfat sebelum benih ditabur.Menggunakan media semai yang telah disterilkan.Juga menghindari penggunaan pupuk kotoran ayam karena sangat rentan terhadap timbulnya serangan penyakit,terutama karat puru.

Silvikultur
Upaya pencegahan secara silvikultur ini meliputi berbagai kegiatan silvikultur,antara lain; pengaturan jarak tanam yang sesuai,pemupukan yang tepat dan teratur,pemangkasan,pengendalian gulma secara selektif, pengapuran pada tanah masam dan menggunakan pola tanam multikultur. Untuk penanaman diperlukan tanaman pelindung seperti nimba untuk mengandalikan serangan hama sebagai vector penyakit.

Mekanik
Pencegahan secara mekanik ini dilakukan dengan memangkas bagian tanaman yang terserang kemudian ditimbun ke dalam tanah (kedalaman minimal 30 cm dari permukaan tanah).Untuk tanaman sengon muda dilakukan pewiwilan secara teratur terutama untuk tanaman yang berumur 1 tahun.

Ramah Lingkungan/Tradisional
Pencegahan secara ramah lingkungan ini dilakukan dengan mencampur bahan kapur 1 kg dan belerang 1 kg serta air sebanyak 10 atau 20 liter,lalu diaduk hingga rata. Bagian tanaman yang terserang penyakit karat puru dibersihkan dari gallnya, kemudian bagian tersebut disemprot/diolesi larutan kapur dan belerang tadi.

Kimiawi
Upaya pencegahan secara kimia ini dengan melakukan penyemprotan secara serentak pada persemaian dan lapangan pada saat gejala penyakit karat puru mulai muncul dengan menggunakan fungisida yang berbahan aktif tembaga.Penyemprotan dilakukan pada saat 3 minggu sebelum turun hujan. Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi dari bahan aktif tembaga yang melekat pada permukaan tanaman sebagai pelindung terhadap pertumbuhan spora Uromycladium tepperianum.Sementara selang waktu penyemprotan adalah sekakali dalam dua minggu.

Pemeliharaan kayu sengon dan pengendalian penyakit

Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :
Penyiraman
Penyiraman yang optimum akan memberikan pertum
buhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan larutan "gir". Adapun pembuatan larutan "gir" adalah sebagai berikut :

  • Siapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang.
  • Tambahkan air sampai volumenya ¾ bagian.
  • Tambahkan 15 kg TSP, lalu diaduk rata.
  • Tambahkan 500 gr pupuk SUPERNASA.
  • Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan untuk pemupukan.
Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur6 bulan, ketika tingginya 70 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.
Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.
Penyiangan
Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati –hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.


Untuk mengatasi serangan cendawan atau jamur pada tanaman bibit sengon bisa diantisipasi pada saat awal pembenihan. Caranya dengan menggunakan GLIO. GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara.
Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Petunjuk Aplikasi :
  • 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg, diamkan kurang lebih 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
  • Untuk tanaman yang sudah terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan kurang lebih 1 minggu baru digunakan. Dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.
Seleksi bibit
Kegiatan seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit dimutasikan kelapangan, maksudnya yaitu mengelompokan bibit yang baik dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan prioritas pertama yang bisa dimutasikan kelapangan untuk ditanam sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan yang lebih intensip guna memacu pertumbuhan bibit sehingga diharapkan pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yang merata.
Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari tumbuhan pengganggu atau komponen lain dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyipan lahan digolongkan menjadi 3 cara, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya terbagi menjadi dua tahap ;

Pembersihan lahan, yaitu berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padang rumput. Selanjutnya ditumpuk pada tempat tertentu agar tidak mengganggu ruang tumbuh tanaman.

Pengolahan tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul atau membajak (sesuai dengan kebutuhan).
Penanaman
Jenis kegiatan yang dilakukan berupa :
  • Pembuatan dan pemasangan ajir tanam : Ajir dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 – 1 m, lebar 1 – 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan.
  • Pembuatan lobang tanam. Lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
  • Pengangkutan bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari lokasi persemaian ketempat penampungan bibit sementara di lapangan (lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan sementara ke tempat penanaman.
  • Penanaman bibit, pelaksanaan kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati – hati agar bibit tidak rusak dan penempatan bibit pada lobang tanam harus tepat ditengah-tengah serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit selanjutnya.
Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa kegiatan :
  • Penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik, penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam, penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur 1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif.
  • Penyiangan. Pada dasarnya kegiatan penyiangan dilakukan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman penggagu dengancara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. Disamping itu tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain sebagai tempat persembunyiannya, sekaligus untuk memutus daur hidupnya. Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat, selanjutnya pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.
  • Pendangiran. Pendangiran yaitu usaha mengemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanman.
  • Pemangkasan. Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna (tergantung dari tujuan penanaman).
  • Penjarangan. Penjarangan dillakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka banyaknya pohon yang ditebang 332 pohon per hektar, sehingga tanaman yang tersisa sebanyak 1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan kedua sebesar 40 % dari pohon yang ada ( 400 pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang akan ditebang pada akhir daur. Cara penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon sengon menurut sistem "untu walang" (gigi belakang) yaitu : dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.
Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama lima tahun. Jenis kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan, presentasi dan prekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.

Cara pembibitan kayu sengon

Pembibitan Sengon
a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya.
 Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :

  • Kulit bersih berwarna coklat tua
  • Ukuran benih maksimum
  • Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
  • Bentuk benih masih utuh.
Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.
b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
Keterangan :
  • Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
  • Jarak tanam 3 x 2 meter
  • Satu lubang satu benih sengon
  • Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
  • Daya tumbuh 60 %
  • Tingkat kematian selama di persemaian 15 %
Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.
c) Perlakuan benih
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.
d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :
  • Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5%
  • Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
  • Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
  • Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.
Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.
Langkah-Langkah Penyemaian Benih Sengon
Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah
penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:
a) Penaburan
Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.

Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut :
  • Benih
  • Bedeng tabur/bedeng kecambah
  • Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1
  • Peralatan penyiraman
  • Tersedianya air yang cukupdan sebagainya.
Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.

Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.


Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.

Penyapihan Bibit

Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :
  • Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
  • Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
  • Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
  • Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
  • Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif.

Cara budidaya tanaman sengon

Sengon dalam bahasa latin disebut Albazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :

Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, 
sengon laut, atau sengon sabrang (jawa).

Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)

Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tan
aman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV - V.

Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.

Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun maje
muk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

Dengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengon ditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.
Habitat Sengon
Tanah
Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.
Iklim
Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.
Curah Hujan
Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.

Kelembaban

Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.

Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon

Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.
Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.
Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar seb
agai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.
Kayu
Bagian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.