Showing posts with label Burung kacer. Show all posts
Showing posts with label Burung kacer. Show all posts

Saturday, May 18, 2013

Cara melatih dan merawat suara burung kacer


Cara merawat suar burung Kacer biasany pada burung kacer akan terjadi drop pada saat lomba karena mendengr saura kica dari burung yang lain yang memiliki suara lebih keras, sebenarnya semua ini terletak pada karater mental burng itu sendiri.
Banyak sekali masalah yang membuat burung kita minder pada saat di lombakan.

Berikut ini adalah beberapa contoh yang bayak di alami burung kacer yang minder pada saat lomba :

  1. Burung kacer yang sering turun kebawah.
  2. Burung kacer yang kurang gaya
  3. Burung kacer yang volumenya kecil.
  4. Burung kacer yang sering njeruji.
  5. Burung kacer yang suaranya serak
  6. Burung kacer yang mbagong..
  7. Burung kacer yang kurang ngotot --> ini terjadi karena burung bellum siap tempur
  8. Burung kacer hanya bermain sebentar sewaktu dilombakan --> di karenakan burung pada saat mendengar burung yang lain berkicau keras si burung juga ikutan bersuara keras tapi tidak memperhatikan staminanya sehingga pada saat terkhir burung sudah kondisi yang tidak fit lagi

Burung kacer diam saja sewaktu dibawa lomba --> di karenakan burung masih belum mempunyai mental dan pengalaman lomba yang cukup.

Kasus diatas banyak terjadi karena ada pada permasalahan burung kurang stamina mungkin pada saat lomba kurang pasokan vitamin,mineral dan nutrisinya, dan dapat juga di sebabkan karena faktor usia yang terlalu tua atau yang terlalu muda.

Berikut adalah beberapa cara mengatasinya :

  1. Menambah pemberian ekstra foodingnya baik jangkrik maupun ulat hongkong.
  2. Menambah jam penjemuran.
  3. Melatih stamina dan otot burung dalam kandang umbaran.
  4. Membangkitkan sifat tempurnya dengan memasukan burung lain kedalam sangkarnya.
  5. Sering dilatih di lapangan.
  6. Sebelum kacer diturunkan sebaiknya dimandikan dahulu.
  7. Cobalah dilatih dengan burung kacer yang masih muda atau bahan untuk melatih mental tempurnya.  Cara lain melatih mental tempur kacer adalah dengan memasukan burung lain ke dalam sangkarnya, misalnya kacer betina ataupun burung lainnya, dengan demikian diharapkan mental fighternya akan menjadi tinggi/cepat naik.

Latih burung dalam kandang umbaran selama dua kali seminggu.
Berikan penjemuran dengan porsi yang lebih lama dari biasanya.
Sering dibawa latihan dengan kacer lain sambil mengatur ulang setingan EFnya.

Saturday, April 20, 2013

Seputar burung kacer yang mbagong



Setiap penggemar Kacer pasti pernah mengalami kejadian dimana kacer kebanggaannya tiba-tiba mengeluarkan suara crrrrr .... crrrrrr ...., tubuh menggembung, serta kadang malah membuka sayap. Peristiwa ini kerap membuat kita marah, malu dan jengkel. Kondisi sepert ini biasanya di kalangan penggemar kacer, disebut sebagai "nguda laut", "mbagong", "mbedesi" atau "ngebagong".

Hal seperti ini sering membingungkan bahkan membuat putus asa bagi para pemula, sehingga tanpa "ba bi bu" langsung menjual burung kacer nya dengan harga murah.
Bahkan pemain kacer yang sudah malang melintang pun kadang geram kaget melihat kacernya yang sudah sering juara yang dibeli dengan harga mahal, tiba-tiba ngebagong.

Ngebagong atau Nguda Laut, bagi kacer sebenarnya memiliki beberapa tipe karakter.

  1. Kacer yang memang bermental tempe alias pengecut.
  2. Kacer yang masih berusia muda. 
  3. Kacer yang sedang dalam kondisi terlalu birahi. 
  4. Kacer yang sedang memasuki masa mabung (ganti bulu).
  5. Kacer yang sedang mengalami kondisi fisik ngedrop (akibat salah rawat atau kurang dirawat).
  6. Kacer yang mengalami trauma, akibat kecelakaan atau pernah sakit dalam waktu lama.
  7. Kacer yang mengalami kondisi stress bulu.
  8. Kacer yang sudah dalam kondisi jenuh (akibat terlalu sering dilombakan).

Jadi, kalau kacer anda ngebagong, silahkan di kira-kira kacer anda masuk kategori yang mana, dari no. 1 sampai dengan no. 8  ?
Kalau kacer anda masuk dalam kategori no. 1, sebaiknya segera dicarikan penggantinya yang baru. Sedangkan untuk no. 2 s/d. 8. masih memiliki harapan akan kembali ke kondisi semula, tentunya dengan perawatan rutin dan kesabaran.

Wednesday, April 17, 2013

Jenis jenis burung kacer yang bagus


Burung kacer yang bagus yaitu burung kacer Sumatra atau Poci, Kalimantan, Tasik, Madagaskar dan burung kacer lokal atau Jawa. Burung kacer adalah salah satu burung kicau yang banyak diminati oleh kalangan pecinta burung, karena kicauannya yang kecang dan merdu. Selain itu burung ini juga memiliki jenis fisik yang berbeda-beda tiap daerah, untuk lebih jelasnya silahkan simak penjelasan dibawah ini.

Jenis Burung Kacer Sumatera atau Poci :
Burung kacer poci atau burung kacer asal dari Sumatera ini memiliki ciri warna hitam pada kepala, leher sebatas dada, punggung dan bagian luar ekor, sedangkan untuk warna putih berada pada  dada, perut dan ekor bagian dalam. Burung kacer sumatra ini sangat mudah menirukan kicauan burung disekitar dan sangat cocok dicuaca atau udara panas.

Jenis Burung Kacer Kalimantan :
Burung kacer Kalimantan memiliki ciri yang hampir sama dengan burung kacer poci, namun tetap ada bedanya, yaitu burung kacer Kalimantan memiliki warna hitam yang lebih banyak, mulai dari kepala sampai dada bagian bawah atau hampir sampai ke perut. Kacer Kalimantan memiliki kelemahan ketika berkicau sering menggembung, sehingga ketika diadu burung ini akan mudah lelah, meski tidak semua jenis burung kacer Kalimantan seperti itu.

Jenis Burung Kacer Tasik :
Burung kacer dari Tasik memiliki ciri fisik warna putih terdapat pada pangkal ekor dan warna hitam yang hampir menyeluruh disemua bulunya kecuali sedikit dibagian sayap serta ekor. Untuk burung kacer jenis yang satu ini kurang diminati oleh banyak kalangan pecinta burung kicau yang disebabkan karena memiliki mental yang kurang bagus.

Jenis Burung Kacer Madagaskar Afrika:
Burung kacer Madagaskar atau Copsychus albospecularis ini memiliki tiga jenis yaitu pica, albospecularis dan inexpectatus. Burung jenis yang satu ini memiliki ciri yang hampir sama dengan jenis burung kacer Sumatera, namun bagian leher sebelah atas, punggung dan ekor berwarna hitam kebiru-biruan. Untuk kemampuan berkicau burung dari Afrika ini tidaklah kalah dengan burung kacer yang berasal dari Indonesia.

Jenis Burung Kacer Lokal atau Jawa :
Burung kacer Lokal atau kacer Jawa mempunyai warna yang dominan hitam pada bulu. Hampir Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Kacer jenis ini juga pintar menirukan suara burung berkicau lainnya. Volume suara sedang.

Tuesday, April 16, 2013

Penyebab kacer mbagong


Penyebab kacer mbagong, Kacer mbagong  penyebab kacer mbagong, ada faktor  penyebab kacer mbagong salah satu penyebab kacer mbagong adalah mental nya down, selain itu penyebab kacer mbagong adalah salah perawatan nah untuk lebih mengetaahui  penyebab kacer mbagong baca juga ini.  

Penyebab kacer mbagong :            

  1. Belum terbiasa ikuti ajang lomba dan tenanganya kurang.
  2. Dari segi bawaan dia sudah sering bagong sehingga sebaiknya tidak dikutsertakan dalam lomba.
  3. Salah saat perawatan, misalnya dalam hal mandi, jemur plus ekstra foodingnya. Kacer burung yang suka panas maka pemberian pakan seperti kroto sebaiknya sedikit saja atau kalau tidak dua hari sekali untuk meredam birahi yang berlebihan karena sifat dari burung kacer adalah fighter. Fooding burung kacer sebaiknya jangkrik saja sekitar 10-20 sehari karena tubuh jangkrik bersifat dingin dan lebih berpotensi untuk menjerihkan suara plus power.
  4. Kacer kebanyakan krotodan jangkrik sehingga terlalu birahi dan kebanyakan bagong.
  5. Kacer kebanyakan mandi sehingga akan mengundang birahi bagongnya karena si burung akan sering "didis" atau merawat bulunya sewaktu dijemur. Kacer cukup mandi sehari sekali.
  6. Kacer terlalu sering dijemur sehingga saat lomba cepat habis tenaganya alias. Sebaiknya banyak kerodong agar banyak istirahat, agar nantin fit saat kontes.

Burung decu adalah kemiripan dengan burung kacer

Burung decu merupakan salah satu Hewan Peliharaan jenis burung kicauan yang kalau boleh dibilang termasuk tipe burung yang sangat pandai, dengan kepandaiannya burung tersebut bisa dengan mudah menirukan suara-suara jenis burung lainnya dan selain itu Hewan Peliharaan ini juga merupakan salah satu jenis burung petarung (fighter) seperti halnya murai batu, kacer dan sulingan atau tledekan. Dengan tubuh sebesar burung gereja, burung decu jantan memiliki warna tubuh dominan dengan warna hitam dan ada warna putih di pantat dan bagian sayap. Decu betina hampir sama dengan jantan tetapi memiliki bulu yang lebih pudar warnanya.  

Suaranya yang merdu juga merupakan daya tarik tersendiri para kicau mania untuk mengoleksinya sebagai Hewan Peliharaan, disamping dibeberapa daerah burung tersebut juga sudah termasuk dilombakan. Di alam bebas decu termasuk tipe jenis burung pemakan serangga, sehingga bagi para kicau mania apabila kita menginginkan kondisi decu kita selalu vit maka kosumsi EF nya mesti selalu kita jaga disamping voor yang selalu kita sediakan setiap hari. Hal penting yang juga berpengaruh terhadap perkembangan decu kita adalah penjemuran yang cukup memadai.

Dari sisi suara, burung decu ini mampu membawakan berbagai jenis lagu tergantung isian yang diberikan kepadanya, tetapi dengan ciri utama lengkingan-lengkingan kristal. Saat ketemu lawan kicau, dia akan berkicau sambil bergoyang buka sayap dan ekor seperti halnya burung kacer atau poci/sekoci. Burung ini termasuk pemakan serangga dan mudah dipelihara bahkan ditangkarkan. Namun karena memang sudah sedikit populasinya, burung ini tidak sepopuler burung tledekan atau sulingan.

Monday, April 15, 2013

Masa pengeraman dan pemeliharaan anak kacer


Masa mengeram
Seperti halnya penangkaran burung pada umumnya, kacer membutuhkan lingkungan yang tenang. Paling tidak, harus terbebas dari gangguan predator (kucing, tikus dll). Sementara untuk menghindarkan burung dari serangan penyakit yang berasal dari parasit, maka kita harus memastikan kandang yang relatif bebas parasit dan serangga pengganggu seperti semut dan kecoak.
Parasit pengganggu burung di penangkaran ada macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan betina tidak nyaman dalam mengeram. Akibatnya, burung tidak tenang dan selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yang stabil. Kadang-kadang, gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku agresif dan bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, dan lain-lain.
Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi dengan tujuan agar kedua burung tidak naik birahinya yang juga sering menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun terhadap telur yang sedang dierami.
Setelah usia pengeraman 14 hari, maka telur burung kacer akan menetas. Untuk mengantisipasi masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, Anda perlu meningkatkan jumlah ekstra fooding dan menyediakan kroto sebagai pakan pertama yang akan diberikan indukan kepada anakannya.

Manajemen anakan
Jika telur telah sukses menetas, maka anakan kacer bisa Anda petik antara usia 5-10 hari. Kalau kurang dari 5 hari, kondisi burung terlalu lemah dan kadang menyulitkan kita untuk menyuapkan pakan. Sementara jika lebih dari 10 hari, burung sudah takut dengan manusia. Akibatnya, mereka takut disuapi dan pada saat yang sama mereka belum bisa makan sendiri. Selanjutnya, ya bisa mati-lah anak-anak kacer.
Anak-anak kacer bisa Anda letakkan di wadah apa saja yang penting ada landasan dengan bahan yang sama dengan yang dibuat untuk membuat sarang di kandang penangkaran. Untuk landasan teratas bisa kita beri kapas agar lembut dan tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu kemudian bisa Anda letakkan di dalam kotak kayu atau kotak apa saja, dengan diberi lampu penghangat.
Sedangkan untuk pakan anakan kacer yang diambil pada usia 5-10 hari, Anda bisa menyiapkan kroto yang benar-benar bersih dari kotoran dan bangkai semut. Suapkan perlan-pelan dengan alat suap yang bisa Anda buat seperti penjepit yang terbuat dari bambu. Atau Anda bisa membuat dengan bentuk apapun yang penting bisa untuk menyuapkan kroto ke paruh burung anakan. Kroto yang akan Anda berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung anakan untuk menelannya.
Anakan burung pada usia 15 hari ke atas, Anda sudah bisa mulai memberikan jangkrik kecil yang dibersihkan kaki-kakiinya, dan dipencet kepalanya. Atau kalau untuk pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki dan kepalanya. Lebih baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yang sedang mabung, yakni masih lembut dan berwarna putih.
Ketika anakan burung sudah mulai meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang, Anda bisa memindahkannya ke dalam sangkar gantung. Hanya saja perlu diingat, dasar sangkar gantung tetap diberi landasan bahan yang sama dengan bahan pembuat sarang. Tujuannya adalah mencegah kaki burung anakan cedera. Sementara untuk tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung juga belajar meloncat antar tangkringan.
Sementara itu untuk manajemen indukan pasca anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan untuk indukan seperti pada masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus dan akan mengalami perubahan ketika burung mengalami masa mabung.


Penjodohan burung Kacer


Sebagaimana pemilihan indukan untuk burung penangkaran pada umumnya, maka untuk memilih indukan jantan, pilih saja kacer yang sehat, tidak cacat fisik dan gacor dengan perkiraan usia di atas 2 tahun. Sedangkan betinanya, bisa dipilih yang usia di atas 1 tahun, mulus dan sudah mau bunyi kalau didekatkan dengan kacer jantan. Pilihlah jantan dan betina yang jinak, dalam arti tidak takut lagi dengan manusia. Soal jenis dan asal kacer, pilih sesuai keinginan Anda. Bisa kacer hitam bisa kacer poci.
proses penjodohan bisa dilakukan dengan kandang penjodohan, yakni sangkar bersekat yang sekatnya bisa kita ambil sewaktu-waktu. Jika tidak punya sangkar sekat, bisa gunakan sangkar harian biasa. Penjodohan dilakukan dengan selalu menempelkan sangkar si jantan dan betina berdempetan. Dengan posisi ini, maka jantan yang sudah birahi pada tahap awal akan selalu berkicau mengarah si betina. Si betina juga akan menanggapi dengan siulan-siulan khas betina. Jika belum mau berjodoh, betina akan menghindar dengan cara menjauh dan bersikap cuek. Proses penjodohan ini bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung dari kondisi birahi masing-masing. Yang jelas, kacer betina yang sudah birahi, tanda-tandanya suka menggetar-getarkan sayap dan selalu berusaha mendekat ke kacer jantan.
Untuk membuat burung cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut (lihat juga hal yang sama dilakukan untuk penjodohan cucak ijo) :


  1. Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
  2. Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya.
  3. Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.

Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.
Proses penjodohan seperti itu pula yang biasa dilakukan para penangkar. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.
Kadang, ada juga penangkar yang langsung memasukkan kacer jantan dan betina dalam satu kandang penangkaran tanpa proses penjodohan terlalu lama. Namun hal ini biasa dilakukan ketika kacer jantan dan betina sama-sama mabung sehingga tidak agresif terhadap pasangan.
Untuk masalah pakan, burung kacer bisa saja diberikan dengan pola standar berupa voer, serangga, kroto dan juga cacing. Namun demikian pemberian pakan untuk burung penangkaran harus lebih banyak porsinya ketimbang burung untuk peliharaan harian.
Perlu diingat, pemberian asupan yang tidak seimbang justru akan memperlama proses produksi. Penggunaan voer untuk ayam broiler misalnya, memang meningkatkan jumlah protein, tetapi pada saat yang sama jumlah lemaknya pun banyak. Padahal, burung penangkaran yang kegemukan, akan sulit bereproduksi dengan baik. Begitu juga dengan voer yang biasa digunakan untuk burung kicau harian, secara umum sudah baik, namun kandungan mineralnya seringkali tidak bisa kita pastikan karena banyak voer yang dijual tanpa disertai keterangan komposisi isi yang memadai. Dalam kaitan inilah saya menyarankan ke beberapa penangkar untuk memberikan multi vitamin dengan komposisi yang pas untuk burung.
Multivitamin yang bagus setidaknya mengandung vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate.
Pada saat yang sama, burung di penangkaran membutuhkan mineral yang komplit dan seimbang. Unsur Ca dan K misalnya, harus benar-benar tercukupi sehingga proses pembuatan cangkang telur bisa berlangsung dengan baik. Lebih dari itu, kekurangan mineral pada burung akan menyebabkan beberapa kendala dalam penangkaran, antara lain bulu lemah, tidak mulus, kusam; terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh); perosis (tumit bengkak); anak burung mati setelah menetas; mengalami urat keting (tendo); terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; tidak juga segera bertelur, telur kosong, produktivitas rendah, dan daya tetas rendah, serta kematian embrio tinggi. Untuk menghindari hal itu, ada baiknya Anda mengetahui masalah mineral burung.