Showing posts with label Burung cucak rowo. Show all posts
Showing posts with label Burung cucak rowo. Show all posts

Wednesday, April 10, 2013

Beberapa penyebab burung jadi membisu


Banyak sekali pertanyaan tentang mengapa burung cuma ngeriwik, atau bunyi cuma pagi hari, atau hanya gacor kalau di rumah tetapi tidak gacor di lapangan, atau sebaliknya cuma gacor di lapangan tetapi tidak gacor di rumah.

Sekali lagi ingin saya tekankan bahwa burung apapun yang gacor dalam “segala cuaca” adalah burung yang tidak sakit secara fisik ataupun mental. Berikut ini saya sebutkan sejumlah kondisi burung yang hanya ngeriwik atau hanya bunyi pada waktu dan tempat tertentu.

1. Burung hanya ngeriwik terus.
  • Burung tua atau pun muda terutama tangkapan hutan. Sebab, meski muda, burung hasil tangkaran biasanya mau gacor. Mengapa? Burung hasil tangkaran besar di lingkungan manusia dan karenanya dia tidak ada kendala takut kepada manusia dan lingkungannya. Sedangkan burung tangkapan hutan, perlu penyesuaian yang lama dengan lingkungan manusia. Dia harus melalui proses penjinakan sehingga cepat beradaptasi.  Kalau Anda memelihara burung tangkapan hutan, kadang perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat dia tidak takut lagi dengan manusia. Biasanya, setelah masa mabung barulah dia bisa beradaptasi. Syaratnya, selama waktu itu pula dia ditempatkan di tempat yang relatif ramai, dekat orang rumah berlalu lalang.  Jadi Anda jangan terlalu berharap bahwa burung hasil tangkapan hutan mau gacor dalam waktu singkat sekitar 1-2 bulan. Perlu berbulan-bulan sampai benar-benar tidak takut dengan lingkungan manusia. Dengan demikian, burung yang ngeriwik terus sebenarnya adalah burung yang tidak sehat secara mental, atau mentalnya masih tertekan, dalam hal ini oleh lingkungan yang sama sekali asing bagi dia.
  • Burung memasuki masa mabung. Burung mabung biasanya hanya ngeriwik-ngeriwik atau bahkan hanya diam sama sekali. Cek saja kalau burung Anda tiba-tiba tidak gacor, ada kemungkinan memasuki masa mabung. Ada bulu-bulu halus mulai berjatuhan.
  • Burung habis mabung, biasanya juga cuma ngeriwik. Dia tidak mau gacor sebagaimana ketika bekum mabung. Hal itu disebabkan, masa rekondisi pasca mabung memang memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan. Tentu hal ini tidak berlaku untuk burung-burung tertentu, yang bahkan dalam kondisi mabung masih tetap gacor. Artinya, secara umum, burung yang baru saja mabung sebenarnya adalah burung yang tidak atau belum sehat secara fisik. Untuk mempercepat kesehatannya pulih, pastikan saja kecukupan nutrisinya.
  • Burung yang kalah setelah diadu, biasanya juga hanya ngeriwik-ngeriwik terus tidak mau lagi gacor. Kalau hal itu terjadi pada burung Anda, maka burung Anda perlu dikarantina. Sampai kapan? Kadang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya, atau biasanya setelah melewati lagi masa mabung. Selama perawatan, Anda jugta perlu memperhatikan kecukupan pakan dan gizinya.

2. Burung hanya gacor pada waktu tertentu.

  • Ada burung tertentu yang hanya gacor pada pagi hari sementara sisa waktu selanjutnya hanya ngeriwik, atau gacor hanya malam hari, dan sebagainya. Hal itu biasanya berlaku pada burung-burung yang sebenarnya sudah tidak takut lingkungan tetapi belum fit secara fisik, dan bisa juga karena tidak atau belum birahi sepenuhnya. Burung yang birahi, biasanya gacor sepanjang hari. Tentu dalam hal ini Anda harus mengusahakan bagaimana agar burung tersebut bisa birahi.
  • Burung-burung muda juga punya kebiasaan hanya gacor pada waktu tertentu. Dengan demikian, ini hanya masalah waktu yang menuntut Anda untuk bersabar.

3. Burung hanya gacor di tempat tertentu.

  • Burung yang hanya gacor di rumah tetapi tidak di arena lomba biasanya disebabkan oleh kondisi tidak fit atau bisa juga karena tidak terbiasa diadu dalam keramaian. Dengan demikian, perlu dilihat dan dikondisikan fisiknya sehingga benar-benar fit dan sementara itu juga dilatih secara rutin tetapi terukur kalau Anda memang pengin punya burung yang mau dan terbiasa gacor di arena lomba atau di keramaian.
  • Burung yang hanya gacor di arena lomba tetapi tidak gacor di rumah. Burung seperti ini biasanya disebabkan oleh kondisi kurang birahi. Dalam kondisi seperti itu, burung hanya birahi ketika dirangsang oleh datangnya “musuh” atau “pesaing” yakni burung lain. Semetara kalau di rumah, di mana tidak ada musuh, dia tidak bersemangat untuk bersuara. Tingkatkan birahinya, itu salah satu kuncinya.
Namun demikian, ada juga burung yang memang sudah punya karakter seperti itu, yakni hanya mau bunyi kalau ada lawannya. Kalau sudah berbicara mengenai karakter, maka tidak ada obat apapun yang manjur.

Memaster burung cucak rowo sejak umur 45 hari


Ropel adalah kualifikasi tertinggi dari kualitas suara cucakrowo (CR). Banyak CR mania yang mendamba agar burungnya bisa memiliki suara panjang, bergulung-gulung, seakan tidak berjarak (tanpa celah/slah) antara irama yang satu dan irama berikutnya, serta memiliki volume besar dan keras. Cucakrowo ropel dapat diperoleh melalui program pemasteran 

Sejak umur 45 hari, sebagaimana dilakukan Safrudin, salah seorang penangkar CR terkemuka di Jakarta.

Safrudin Farm merupakan salah satu penangkaran modern cucakrowo di Indonesia. Lokasi penangkaran di daerah Tapos, Kabupaten Bogor. Tetapi untuk menjumpai H Safrudin, Anda bisa datang ke showroom cucakrowonya di Jl Salam 1/21 RT 008/RW 06, Kel. Sukabumi Utara, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Memaster sejak umur 45 hari

Pensiunan pegawai PLN DKI Jakarta itu tidak pelit untuk berbagi ilmu. Kali ini, Safrudin akan berbagi tips bagaimana mencetak anakan cucakrowo ropel melalui program pemasteran. Sebagian tips ini dapat Anda modifikasi sendiri sesuai dengan situasi-kondisi di rumah masing-masing.

Idealnya, kata Safrudin, anakan CR yang akan dimaster berasal dari induk yang memiliki suara ropel pula. Meski demikian, dia pernah menerapkannya pada anakan CR engkel dan berhasil. Itu berarti suara ropel bisa dimunculkan melalui program pemasteran berkesinambungan, dan harus dimulai sejak dini.

Umur 45 hari atau 1,5 bulan merupakan saat yang tepat untuk memaster anakan cucakrowo. Dalam hal ini, Safrudin akan memindahkan sangkar anakan CR ke ruangan khusus untuk pemasteran. Disebut khusus, karena ruangan ini harus steril dari suara indukan cucakrowo, terutama yang suaranya engkel.

“Kalau bisa ditempatkan dengan sesama piyikan yang lain, tetapi jangan dengan indukannya, apalagi jika suaranya bukan ropel. Ini yang sudah saya buktikan, di mana semua anakan yang dimaster jadi semua,” kata Safrudin.

CD cucakrowo ropel sebagai master

Proses pemasterannya relatif mudah, karena ia hanya menggunakan CD suara cucakrowo ropel sebagai masternya. Banyak kok yang menjual CD master seperti ini, misalnya SmartMastering. Kunci utamanya adalah kesabaran dan ketelatenan, karena anakan cucakrowo setiap hari harus didengarkan CD master selama 7-8 jam.

Jika hal itu dilakukan terus-menerus, pada umur 5-6 bulan (terkadang bisa sampai 9 bulan), cucakrowo muda sudah bisa menirukan masternya tersebut.

Tips ini bisa digunakan untuk CR mania, baik sekadar memelihara, sering mengikuti lomba, maupun para penangkar yang ingin menjual indukan cucakrowo ropel. Harga indukan cucakrowo ropel saat ini cukup mahal. Bahkan di masa awal memulai usaha penangkarannya, Safrudin harus membeli seekor CR ropel dengan harga mulai dari Rp 55 juta hingga Rp 67,5 juta.

Ropel kelas lomba

Khusus untuk yang sering mengikuti lomba, saya teringat dengan pesan Hananto Prasetyo. “Untuk kelas lomba, cucakrowo punya pakem tersendiri, yaitu burung gacor (rajin berkicau) dapat dikalahkan burung bersuara ropel, meski suaranya hanya menggulung satu-dua kali. Jika ropelnya keluar saat lomba, suara burung-burung yang lain pasti akan tertutup,” kata Kicau Mania Legendaris Tahun 2000 tersebut.

Hanya saja, cucakrowo ropel jangan terlalu sering dilombakan, karena suaranya bisa berubah jadi engkel. Mengapa? Sebab ada kemungkinan burung yang mengikuti lomba bersuara engkel dan semi-ropel. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas suara CR ropel, karena burung ini memang memiliki kemampuan cepat sekali meniru suara-suara di sekitarnya.

Jika suara ropel berganti menjadi engkel panjang, mau tidak mau kita harus melakukan pemasteran ulang dengan CD master cucakrowo ropel agar performa suaranya kembali normal.


Gangguan pada proses mabung, pergantian bulu


Sulit mabung:

Jika burung Anda tidak segara mabung padahal seharusnya sudah terjadi, maka bisa diduga hal itu disebabkan burung kekurangan mineral untuk berlangsungnya proses molting secara wajar.

Untuk memulai proses molting (agar bulu segara rontok) Anda bisa menggunakan BirdMolt-Pre. PreMolt berisi 3 mineral esensial yang diperlukan untuk membuka pori-pori kulit di sekitar pangkal bulu sehingga bulu mudah terlepas.

Bulu sulit tumbuh atau botak:

Jika burung Anda botak sehabis terkena serangan kutu (baik mite ataupun flea) atau lambat dalam pertumbuhan bulu, Anda bisa menggunakan BirdMolt-Post. BirdMolt-Post berisi multivitamin dan mineral yang membantu pembentukan metionin dan sistin yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan bulu.

Tuesday, April 9, 2013

Penyakit radag mata pada burung cucak rowo


  • Radang Mata
Jika mata burung terlihat mengandung air dan membengkak maka kemungkinan hal ini bisa membuat matanya melekat dan mengalami kesulitan untuk melihat.
cucakrawa kalimantanJika hal ini terjadi maka biasanya burung akan terlihat kurang bergairah dan jika didekati akan terlihat kebingungan.
Usahakan supaya tidak terlalu banyak angin yang masuk ke dalam kandang. Selain itu adanya asap yang masuk ke dalam kandang juga bisa menjadi penyebab masuknya benda asing ke mata, misalnya debu, pasir dan serbuk.

Pengobatan

Langkah pertama adalah dengan memeriksa keadaan mata, jika ada pembengkakan atau infeksi maka anda bisa memberikan salep mata.
Namun jika tidak ada pembengkakan maka anda hanya cukup mencuci dengan menggunakan obat pencuci mata atau bisa juga dengan obat tetes mata.
Usahakan supaya burung tidak terlalu banyak mendapatkan sinar matahari yang sangat silau ataupun adanya pantulan benda seperti kaca, seng yang baru, warna putih tembok ataupun warna lain yang terlalu mencolok.
Warna cat atau benda yang ada di sekeliling kandang penangkaran juga bisa memberikan pengaruh pada kesejukan serta kenyamanan.

Mengenal tingkahlaku burung cucak rowo jantan dan betina

Tingkah laku cucakrowo jantan:
  1. Gerakannya lebih agresif, sering melompat, seakan-akan menantang dan terlihat berani.
  2. Bila melihat lawan jenisnya seakan-akan merayu  an melakukan gerakan atraktif, sedang bila dengan jenis yang sama, seakan-akan ingin menyerang.
  3. Banyak gerakan kaki dan tubuh yang seakan-akan hendak mengangkat ke atas dan ekornya mengarah ke bawah.
  4. Kepala menunjukkan gerakan melongok ke atas dengan gerakan yang nampak berani dan menantang disertai dengan siulan keras bernada memanggil.
Tingkah laku cucakrowo betina:
  1. Gerakan lebih lamban dan tampak halus.
  2. Bila melihat lawan jenisnya akan menggerak-gerakkan sayap yang sedikit agak dikembangkan, paruh terbuka dan lidah digerak-gerakkan seperti anak cucakrawa yang minta disuapi induknya.
  3. Sambil mendekat menyuarakan suara yang lembut, sambil merendahkan badannya dan ekornya agak terangkat keatas.
  4. Kepala sering merunduk atau merendah ke depan merendah sejajar dengan punggungnya.
Suara cucakrowo jantan:
  1. Lebih sering menyampaikan nada panggil tinggi, keras dan melengking.
  2. Banyak variasi nada dan irama yang sering diperdengarkan.
  3. Bila berkicau bersama atau berpasangan akan memimpin irama lagunya.
Suara cucakrowo betina:
  1. Suara terdengar besar dan dalam, seakan akan memberi jawaban kicauan burung jantan.
  2. Variasi suara lebih monoton dan seolah olah hanya mengikuti saja.Perbandingan ini akan nampak jelas lagi bila dua burung, jantan dan betina, sedang berkicau bersaut sautan saling didekatkan. Namun ada burung betina yang dapat bersuara doble atau ropel, sehingga dalam ini sulit untuk memilih atau menentukan antara jantan dan betina.

Burung termahal termasuk burung cucak rowo


Harga burung tentunya di tentukan oleh keindahan tampilan serta kicau burung tersebut, dan di antara jenis burung mahal lainnya seperti burung beo, burung kepondong, burung murai, dan jenis burung lain yang mempunyai tampilan yang menarik serta harga yang mahal pula, ternyata tidak ketinggalan burung Cucak Rawa juga termasuk kategori burung yang mahal. Tingginya harga burung Cucak Rowo bukan karena tampilannya yang menarik, tetapi burung Cucak Rowo memiliki suara kicauan yang cukup menarik perhatian para pencinta kicauan.

Burung Cucak Rawa.
Baru-baru ini harga dan permintaan burung jenis Cucak Rawa ini terus meningkat, hal ini tentunya di sebabkan kualitas kicauannya yang tidak di ragukan lagi.Tidak heran jika burung ini banyak di buru oleh para penggemar kicauan, terutama kalangan pengusaha maupun para penggemar burung yang penghasilannya cukup baik.

walaupun memiliki harga yang cukup tinggi, namun burung Cucak Rawa cukup mudah untuk di pelihara di bandingkan dengan burung -burung mahal lainnya.Makanan burung Cucak Rowo tidaklah sulit, cukup berikan buah-buahan seperti pisang dan di selingi dengan pemberian voor.Untuk makanan tambahan bisa di berupa jangkrik, di berikan 5 ekor setiap pagi dan sore.

Itualah sedikit info tentang Burung Termahal  Termasuk Burung Cucak Rawa, jadi jika di antara kalian ada yang menyukai burung Cucak Rawa maka tidak perlu ragu karena hanya harga pembeliannya saja yang cukup mahal, tetapi perawatan atau pemeliharaanya cukup mudah.

Monday, April 8, 2013

Ciri ciri cucak rawa kalimantan

Cucak Rawa Kalimantan
Pada saat ini, yang banyak membanjiri pasaran adalah Cucak Rawa yang berasal dari daerah ini.
a. Ciri-ciri
Warnanya kurang hijau bila dibandingkan Cucak Rawa asal sumatera demikian pula ukuran badannya. Ukurab badannya tidaklah sebesar Cucak Rawa Sumatera.
b. Kualitas Suara
Cucak Rawa asal kalimantan ini tidaklah sebaik Cucak Rawa asal Sumatera. Kebanyakan tempo kicauannya sedikit lambat serta kurang keras dan kurang tebal. Kebanyakan, para penggemar Cucak Rawa menyatakan bahwa Cucak Rawa kalimantan ini bersuara tipis dan kurang tajam.

Ciri ciri cucak rawa Sumsel, Jambi dan Riau daratan

Cucak Rawa Sumsel, Jambi dan Riau daratan
Daerah ini tergolong berhutan lebat dan berawa-rawa luas.
a. Ciri-ciri
hampir sama seperti asal lampung, namun perbedaannya terletak pada bagian dadanya yang kurang bidang.
b. Kualitas suara
hampir sama dengan lampung hanya saja dengan volume lebih kecil sedikit bila dibandingkan lampung.