Showing posts with label Burung betet. Show all posts
Showing posts with label Burung betet. Show all posts

Monday, May 13, 2013

Tips beternak burung betet


Lokasi kandang 
Budidaya burung betet biasanya dilakukan disangkar permanent, sebaiknya lokasinya jauh dari keramaian, carilah tempatnya agak sepi, misalnya di halaman belakang rumah.  Walaupun betet, burung yang mudah beradaptasi, tapi burung ini enggan kawin apalagi bertelur, kalau kondisi lingkungannya terlalu bising.

Kandang permanent
Sangkar yang dipakai untuk ternak betet ukurannya harus besar dan permanent. Ukuran minimal 1,5 x 2 meter, tinggi minimal 1, 80 meter. Kandang yang luas bertujuan agar burung leluasa bergerak.

Kandang terbuat dari kawat strimint ukuran kecil.  Di dalam kandang harus tersedia kotak kayu yang dalamnya dikasih jerami tempat untuk bertelur dan mengerami telur.Dalam kandang juga harus ada tumbuhan, batang kayu tempat burung bertengger. Selain itu juga diberi tempat makan burung, tampat air minum dan lantainya diberi hamparan pasir pantai, dan pecahan bata. 

Pemilihan Indukan
Indukan betet yang siap kawin adalah yang usianya dua tahun. Burung dewasa memiliki naluri kawinnya lebih tinggi. Permasalahnya terkadang peternak awam masih bingung membedakan mana burung jantan dan betina. Ciri betet jantan antara lain badannya lebih besar dari betina, warna paruh burung jantan lebih cerah, demikian juga dengan warna bulu lebih hijau.

Burung betina ukurannya lebih kecil, dari jantan. Sebelum kedua indukan dicampur dalam satu kandang, sebaiknya dijodohkan dahulu agar mereka saling mengenal. Caranya kedua kandang jantan dan betina setiap hari di dekatkan. Ketika sudah ada tanda-tanda kedua saling berinteraksi sebaiknya langsung dimasukan dalam kandang permanent.

Makanan
Salah satu tips sukses beternak betet adalah pemilihan makanan yang tepat untuk memacu burung bertelur.  Dialam bebas betet pemakan biji-bijian dan buah-buahan.  Oleh karena itu peternak pun harus mengupayakan pakan burung betet harus sealami mungkin.  Namun demikian tak ada salahnya jika diberi nutrisi tambahan seperti voer, dan makanan yang mengandung mineral agar tubuhnya sehat.

Makanan burung yang sedang bertelur sebaiknya dipilih yang segar, misalnya jagung muda,  kacang tanah dan sayuran pun harus segar.

Selain itu pasokan air minum untuk burung harus tetap tersedia. Air minum untuk burung sebaiknya diambil dari air matang agar lebih sehat.  Jangan sekali-kali menggunakan air dari sumur atau ledeng, karena mengandung bakteri dan jamur yang menyebabkan gangguan pada pencernaan burung.

Kebersihan kandang
Tips kedua selalu membersihkan kandang dari kotoran burung dan sisa makanan, agar terhindar dari penyakit dan bakteri yang bisa menyebabkan burung sakit.  Bersihkan secara berkala seminggu tiga kali. Jangan biarkan kotoran burung menumpuk di dasar kandang.

Masa Pengeraman
Paskah perkawinan, tahap berikutnya adalah bertelur, burung betina biasanya bertelur sampai 4 butir. Masa pengeraman sampai 21 hari. Telur-telur dierami oleh burung betina, setiap hari, hingga pada hari ke 21 menetas. Tak semua telur menetas, pasti ada satu yang gagal. Pada masa pengeraman sebaiknya kondisi kandang dijaga agar tenang, dan burung merasa nyaman ketika mengeram.
Makanan burung tetap diberikan yang terbaik, misalnya jagung segar, biji matahari, dan kacang hijau, milet dan lain sebagainya.

Ketika Menetas
Dua bulan pertama anakan burung yang sudah menetas, diloloh oleh indukannya. Oleh karena itu pakan yang diberikan juga harus penuh nutrisi, seperti sayuran segar dan buah segar. Kemudian juga diberikan makanan bijian kesukaan burung. Ketika anakan burung sudah berumur  tiga bulan baru belajar disapih untuk makan sendiri. Peternak biasanya memberikan makanan lembek, misalnya campuran bubur bayi instan yang terbuat dari kacang hijo, dan beras merah, kemudian dilolohkan dengan menggunakan pipet. Terkadang diberikankan jagung muda yang sudah dihancurkan.  

Masa Pembesaran
Anakan yang sudah besar, ditandai dengan bulu-bulunya sudah tumbuh semua. Anak-anak burung yang sudah dewasa harus dipisah dikandang yang berbeda. Agar indukan cepat bertelur lagi.
Demikianlah sekilas tentang makanan burung betet dan tips ringkas cara budidaya burung paruh bengkok. Semoga bermanfaat.

Jenis makanan yang disukai burung betet


Jumlah pakan yang diberikan untuk burung betet harus mencukupi kebutuhan, tetapi tidak berlebih.  Jumlah yang cukup ini biasanya dapat diperkirakan berdasarkan pengamatan dan pengalaman sehari-hari pada burung betet peliharaan Anda. 
Pakan diberikan dua kali sehari, pagi dan siang hari. Pada pagi hari biasanya jumlahnya lebih banyak daripada pakan yang diberikan pada siang hari karena pada pagi hari burung lebih aktif makan. 
Setiap hari pakan harus diganti dengan yang baru, terutama bila pakan berupa buah-buahan karena buah yang sudah basi dapat menyebabkan burung menjadi sakit.
Berikut ini beberapa jenis makanan yang disukai burung betet:
1. Biji-bijian
Biji-bijian merupakan makanan utama dari burung betet. Seperti, millet (seperti biji gandum namun lebih kecil bisa didapat di toko pakan burung), jagung muda yang sudah ada bijinya, biji jejawut, biji kenari, dan lainnya.
2. Sayuran atau buah-buahan
Aneka sayuran dan buah-buahan yang disukai burung betet diantaranya adalah sawi putih, wortel, pisang kepok dan pepaya. Berikan secara berkala sebagai sumber vitamin.
3. Mineral atau asinan
Burung betet memerlukan suplemen untuk menjaga kesehatan dan menambah produktivitas telur. Cangkang telur rebus yang sudah dikeringkan bisa menjadi suplemen alami. Tusukkan cangkang telur ayam yang sudah dijemur kering pada seutas kawat satu persatu. Kemudian simpan di pinggir kandang dekat dengan tempat pakan burung.

Thursday, April 25, 2013

Jenis burung betet di indonesia

Betet mempunyai bentuk lidah dan cara makan yang serupa dengan kakatua. Bentuk dan struktur lidah betet tidak sekuat dan sekokoh lidah kakatua, tetapi lebih kuat dibanding nuri. Selain itu, yang membedakan kelompok betet dengan kakatua adalah tidak adanya bulu jambul yang dapat ditegakkan di kepalanya.
 
Warna bulunya tidak sekaya nuri, tetapi umumnya terbatas pada warna hijau dan merrah saja. Penyebaran anak kelompok betet ini adalah yang terluas di antara bangsa paruh bengkok.
 
Anggota kelompok ini dapat dijumpai di Afrika, Asia, Amerika Selatan, Australia, dan sekitar Kepulauan Pasifik. Beberapa jenis burung anggota kelompok betet di antaranya nuri bayan, betet-kelapa punggung-biru, serindit paruh-merah, dan serindit sangihe.
 
 
1. Nuri Bayan atau Bayan (Eclectus Roratus)
 
 
 
Jenis kelamin nuri bayan dibedakan berdasarkan warna pada bulu tubuhnya.
 
   a. Deskripsi
 
Burung ini berukuran 35 cm. Terdapat perbedaan morfologi yang mencolok antara burung jantan dan betina. Pada burung jantan, warna dominannya hijau dengan sedikit bercak merah pada bagian sayap sebelah dalam. Sementara pada burung betina warna utamanya merah dengan atau tanpa bercak ungu pada bagian dada serta kuning pada bagian ujung ekornya.
 
   b. Anak jenis
 
Nuri bayan mempunyai 7 anak jenis yang 2 anak jenis di anlaranya tidak terdapat di wilayah Indonesia. Dua anak jenis yang tidak terdapat di Indonesia, yaitu nuri bayan Australia (£. r. magillivrayi) yang terdapat di Semenanjung York, Australia dan nuri bayan solomon (E. r. solomonensis) yang terdapat di P. Solomon.
 
Sementara 5 anak jenis yang terdapat di Indonesia, yaitu nuri bayan maluku selatan (E. r, roratus), nuri bayan maluku utara (E. r. vosmaeri), nuri bayan sumba (E. r. cornelia), nuri bayan tanimbar (E. r. ricdeli), dan nuri bayan papua (E. r. polychloros).
 
Ke-5 anak jenis ini dapat dibedakan berdasarkan warna pada burung betina.
  1. Nuri Bayan Maluku Selatan. Pada betina ditandai dengan warna ungu yang menutup seluruh bagian dada dan perutnya. Sementara pada burung jantan terdapat bercak merah pada bagian dada, hitam pada ekor bagian dalam, dan kuning muda pada ujung ekor bagian dalam. Anak jenis ini terdapat di daerah Kepulauan Maluku bagian selatan, yakni di P. Buru, Seram, Ambon, Saparua, dan Haruku.
  2. Nuri Bayan Maluku Utara. Burung betina hampir mirip dengan nuri bayan maluku selatan (E. r. roratus), tetapi warna kuning selain pada ujung ekor bagian dalam juga terdapat pada tunggir. Anak jenis ini terdapat di daerah Maluku Utara.
  3. Nuri Bayan Sumba. Burung betina mirip dengan nuri bayan maluku selatan (E. r. roratus), tetapi tidak dijumpai kalung ungu di daerah dada dan perutnya. Pada burang jantan disertai dengan warna merah. Penyebaran anak jenis ini hanya terdapat di P. Sumba.
  4. Nuri Bayan Tanimbar. Burung betina mirip dengan nuri bayan sumba (E. r. riecfe/i), tetapi warna kuning selain pada ujung ekor bagian dalam juga terdapat pada tunggirnya. Selain itu, pada bagian punggungnya berwarna kelabu. Penyebaran anak jenis ini hanya terdapat di P. Tanimbar.
  5. Nuri Bayan Papua. Burung betina mirip dengan nuri bayan maluku selatan (E .r. roratus), tetapi tanpa warna kuning di ujung ekornya. Pada malanya terdapat lingkaran berwarna biru. Anak jenis ini terdapat di Pulau Papua (Papua dan Papua Nugini).
 
   c. Status populasi
 
Populasi nuri bayan di dunia diperkirakan di atas 300.000 ekor. Di alam, habitat burung ini cukup beragam dari hutan sampai daerah Niivana, mangrove, perkebunan kelapa, dan hutan kayu putih di ketinggian sampai 1.900 m dpl. Namun, paling umum dijumpai di hutan dataran rendah, pesisir, dan perkebunan. Nuri bayan dijumpai hidup sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil.
 
Nuri bayan mulai dilindungi sejak tahun 1972 melalui SK Menteri Pertanian No.327/Kpts/Um/7/1972, dan dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999. Sementara anakjenis yang cukup kritis populasinya adalah nuri bayan sumba.
 
2. Serindit Paruh-Merah atau Serindit Sulawesi (Loriculus Exilis)
 
 
 
Jenis burung ini termasuk burung yang mungil karena hanya berukuran sekitar 10 cm.
 
   a. Deskripsi dan penyebaran
 
Jenis nuri ini berukuran kecil sekitar 10 cm. Kebiasaan yang menarik dari burang ini adalah selalu beristirahat dengan bergantungan pada kawat atau ranting pohon, dengan posisi kaki di atas dan kepala di bawah. Warna dominan adalah hijau dengan punggung berwarna merah.
 
Pada jantan, daerah tenggorokan berwarna merah. Sementara pada betina, warna merah ini akan mengecil atau hilang sama sekali. Paruhnya merah. Mahkota hijau. Penyebaran burung ini hanya terdapat di P. Sulawesi. b. Status populasi Di alam populasinya diperkirakan lebih dari 10.000 ekor, yang menghuni daerah hutan, hutan bakau pesisir, sekitar kampung dan daerah terbuka. Burang ini dapat hidup dari dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m dpl.
 
Jenis ini dilindungi berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 757/Kpts/Um/12/1979, dan dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999.
  
3. Serindit Sangihe (Loriculus Catamene)
 
 
 
 
Serindit sangihe merapakan burung endemik di P. Sangir yang terletak di sebelah utara Sulawesi.
 
   a. Deskripsi dan penyebaran
 
Serindit sangihe berukuran kecil (13,5 cm). Tubuh didominasi warna hijau. Mahkota dan tenggorok bewarna merah. Paruhnya hitam dan iris putili kekuningan. Burung ini endemik di P. Sangir, di utara Sulawesi.
 
   b Status populasi
 
Burung ini sudah sangat jarang dijumpai semenjak vegetasi di habitatnya diubah jadi perkebunan kelapa. Tercatat populasi terbesar yang pernah dijumpai sebanyak 17 ekor burung pada tahun 1985). Burung ini dilindungiberdasarkan Peraturan Pemerintah RI No, 7 Talum 1999.
 
4. Betet-kelapa punggung- biru dan kastura sulawesi (Tanygnathus sumatranus).
 
 
  
 a. Diskripsi dan penyebaran
  
Tubuh didominasi warna hijau; bagian bawah dan mantel berwarna hijau kekuningan pada jantan, dan hijau tua pada betina serta biru muda pada tepi bulu sayap; punggung dan daerah pinggang berwarna biru; ujung ekor berwarna hijau kekuningan pada burung jantan, paruh berwarna merah, dan betina berwarna putih krem. Iris kuning muda. Panjang tubuh sekitar 32 cm.
 
Penyebaran burung ini terdapat di P. Sulawesi dan sekitarnya.
 
   b. Anakjenis : Betet-kelapa punggung-biru mempunyai 4 anak jenis sebagai berikut.
  1. Tanygnathus sumatranus sumatranus (mulleri mulleri) yang tersebar di daerah Sulawesi dan sekitarnya.
  2. T. s. sangirensis ditandai dari pangkal sayap dan penutup kecil berwarna lebih biru, kepala lebih hijau gelap daripada badan, dan iris berwarna kuning. Penyebaran meliputi P. Sangir dan Karakelong.
  3. T. s. burbidgii dicirikan dari warna bulu hijau lebih tua, daerah sekitar leher lebih terang; dan iris berwarna kuning. Penyebarannya meliputi Kepulauan Sulu.
  4. T. s. everetti, T. s. duponti, dan T. s.freeri ditandai dengan iris berwarna merah. Burung ini tersebar di wilayah Filipina.
   c. Status populasi
 
Habitatnya berapa hutan dataran rendah, pinggiran hutan, perkebunan, dan persawahan sampai di ketinggian 800 m dpl. Kastura sulawesi hidup berpasangan atau kelompok kecil. Sering kali burung ini merupakan hama yang menyerang perkebunan jagung. Perilakunya aktif di waktu malam. Populasi di seluruh dunia tercatat sekitar 50.000 ekor.
 
Akibat tekanan lingkungan maka jenis ini dilindungi sejak tahun 1979 melalui SK Mentan No. 757/Kpts/Um/i2/i979, dan dipertegas lagi dengan Peraturan Pemerintah RI No. 7 Tahun 1999.